X
Menu
X

Status Barça, Gawat Darurat!

Kekalahan Barça dari Atletico dini hari tadi menandai selesainya perjuangan Barça di ajang UCL musim ini. Kali ini Barça tersingkir secara tragis di fase perempat final. Mengapa tragis? Mengingat pada 7 pertemuan terakhir kedua klub, Barça selalu unggul. Terlebih ketika wasit hanya memberikan tendangan bebas mengingat pelanggaran yang terjadi di dalam kotak penalti Atletico dibabak injury time.

Sejatinya kisah tragis kekalahan Barça saat menjadi juara bertahan di UCL sebenarnya memang sudah hampir pasti terjadi. Musim 2006/07 saat menjadi juara bertahan, diluar dugaan Barça dihantam (1-2) di Camp Nou oleh Liverpool di babak 16 besar. Lalu musim 2009/10, mendominasi laga melawan Inter baik di leg 1 dan 2 Barça justru menyerah agregat (3-2) yang bikin tragis leg 2 di Camp Nou Inter bermain 10 orang dan Barça terus menekan dan punya banyak peluang. Musim 2011/12 Barça tersingkir tragis dari Chelsea. Terakhir, Mitos tidak ada back to back UCL turut membuat wajarnya Barça tersingkir pagi ini.

Setiap kekalahan tentu menyakitkan terlebih lagi bagi tim yang rajin menorehkan kemenangan dan bahkan telah melalui 39 laga tanpa terkalahkan. Namun demikian dibalik tersingkirnya Barça dari UCL ada problematika yang lebih besar. Performa Barca menurun drastis setelah jeda internasional bulan maret lalu. Dari empat pertandingan terakhir Barça kalah 3x. Rasa-rasanya sudah amat lama Barça tidak kalah 3x dalam empat pertandingan terakhir, ini jelas sebuah hal yang tidak biasa dan ibarat pasien rumah sakit mungkin sudah harus masuk ICU.

Trio MSN mendadak mandek dan tumpul, sebuah catatan buruk terjadi, 4 partai beruntun Messi dan Neymar tidak mencetak gol, Suarez sedikit terselamatkan masih bisa mencetak gol di satu partai yang berakhir kemenangan. Dua hal ini jelas peringatan keras bagi Barça yang sampe bulan maret lalu masih sangat diunggulkan meraih treble winners. Jeda poin di la liga yang sempat 2 digit tiba tersisa 3 dan 4 poin dengan peringkat kedua dan ketiga, jelas tekanan semakin tinggi bagi Barça.

Ditengah penurunan performa, permainan Barça sendiri jauh dari stabil, Barca mulai mudah kehilangan bola dan sulit merebut kembali secara cepat, selalu ada saja pemain yang bermain buruk di posisi tertentu, bahkan hampir semua posisi mengalami hal ini. Sergio Busquets pun yang menurut penulis sangat amat jarang tampil buruk juga ternyata sangat drop. Secara taktikal, Enrique tiba-tiba seperti mengurangi peran messi di wing kanan. Messi yang sejatinya dapat space lebar di sisi sayap sehingga bisa mengeksplor kelebihannya berupa kecepatan dan dribel yang memukau malah kembali ditempatkan di tengah. Penempatan di tengah ini jelas mengembalikan era dimana Messi dikunci rapat, tidak punya space dan berdampak menurunnya daya dobrak Barça.

Ingat saja baik-baik musim 2013/14. Belum selesai sampai disini persoalan Lionel Messi, baru- baru ini namanya tercatat dalam panama papers yang menjelaskan bahwa Messi diduga menghindari / bahkan tidak membayar pajak yang merupakan kewajibannya. Makin lengkap sudah persoalan di tubuh Barça mulai penampilan yang menurun, taktik yang tiba-tiba mendadak using dan pemain kunci terkena masalah di luar lapangan.

Kini kemampuan seorang Luis Enrique benar-benar diuji, memang ia masih berpeluang di La Liga dan Copa del Rey sehingga ia masih bisa membawa Barça menyapu bersih gelar domestik layaknya yang ia lakukan pada musim 1997/98 saat ia menjadi pemain. Saat dimana Real Madrid menjadi juara Liga Champions untuk ke 7 kalinya. Luis Enrique harus segera membenahi sisi psikologis pemain terlebih dahulu baru kembali meracik taktik bahkan perlu menciptakan plan c dan plan d, bukan lagi sekedar plan b.

Barça saat ini nyaris tidak pernah dalam posisi tertekan seperti ini, ini jauh lebih bahaya ketimbang musim lalu saat sempat terdengar kisruh antara Enrique dan Messi ketika Barça kalah oleh Sociedad dimana Messi dicadangkan setelah jeda internasional. Barca saat ini dalam kondisi yang genting, sebelum tersingkir dari UCL, mungkin Barça hanya sedang goyah, faktor kelelahan juga mendera. Tapi kini setelah tersingkir di UCL dan dengan performa yang jauh dari standar tim sekelas Barca yang bermaterikan skuad treble winners, sudah saatnya berkata Barca dalam bahaya.

Istian Januar

Seorang yang selalu belajar untuk menulis lebih baik - menulis menggunakan hati dan fakta bukan euforia berlebih semata 

You Might Also Liked

Highlights: Liga Champions – Borussia Monchengladbach vs FC Barcelona (1-2) Susah Payah Menang di Borussia Park (1-2) Undian Liga Champions, FC Barcelona di Grup C Memahami Rivalitas Barça dan Real Madrid Drama La Liga di Jornada Akhir Pertandingan Ketat, Barça Sukses Hempaskan Atletico Madrid (2-1) Highlights: Bayern Leverkusen v FC Barcelona (1-1) Kenangan 1992 FC Barcelona
Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *